Selasa, 06 Februari 2018

Dampak energy pada pertumbuhan ekonomi




Seperti telah kita pelajari bersama dalam ilmu ekonomi bahwa pendayagunaan energy yang tepat guna dapat mempercepat proses pertumbuhan ekonomi di suatu wilayah. Oleh karena itu pembangunan infrastruktur berkaitan dengan pendayagunaan energy harus diprioritaskan. Baik itu infrastruktur pembangkit energy konvensional maupun non konvensional. 

Tanpa pembangunan Infrastruktur energy yang memadai perekonomian disuatu wilayah akan sangat sulit untuk berkembang, karena semua sektor perekonomian membutuhkan energy. Baik itu sektor manufakturing maupun sektor jasa.

Bila energy yang dibutuhkan tidak tercukupi maka akan mengganggu jalannya proses produksi, dan akhirnya target produksi tidak tercapai. Ketidak mampuan perusahaan untuk mencapai target produksi sudah pasti akan berpengaruh pada penghasilan perusahaan. Bila keuntungan perusahaan berkurang dengan sendirinya kemampuan perusahaan untuk membayar pegawai nya pun akan merosot drastis. Hal ini akan dapat menimbulkan polemik di dalam perusahaan yang berujung pada pemutusan hubungan kerja baik yang bersifat sementara maupun yang tetap.

Tingkat pengganguran yang tinggi di suatu wilayah akan menjadi persoalan pemerintah daerah. Karena tugas utama dari pemerintah adalah untuk mempertahankan kesejahteraan rakyat nya.

Oleh karena itu pemerintah perlu secara kritis mengkaji ulang kebijaksanaannya terkait dengan energy. 

Kelangkaan energy di suatu wilayah biasanya karena sumber energy konvensional yang sifatnya tidak terbaharui semakin menurun cadangannya. Untuk mengatasi hal ini pemerintah perlu meningkatkan riset untuk mendapatkan sumber energy baru spt energy bayu, energy tenaga surya, energy hijau, dan tentu saja patut dipertimbangkan penggunaan energy nuklir.

Selain kelangkaan energy karena sumber daya energy yang bersangkutan sudah semakin terbatas, distribusi energy yang tidak merata juga membuat pembangunan yang tidak merata. Dimana di satu wilayah energy menjadi suatu barang langka sehingga untuk mendapatkannya dibutuhkan harga yang sangat mahal, sedang di wilayah lain energy terkesan berlebih bahkan sampai terbuang secara percuma. Perlu dibuat koordinasi yang menyeluruh antara pemerintah pusat dengan pemerintah daerah untuk dapat menangani persoalan distribusi energy yang tidak merata.

Pembangunan pembangkit-pembangkit energy di tiap daerah harus mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah, karena pembangunan pembangkit energy tidaklah murah. Pendayagunaan tenaga kerja Indonesia dalam proyek pembangunan pembangkit energy juga perlu diperhatikan. Karena dengan penggunaan tenaga kerja lokal, kembali kita sudah menolong daerah yang bersangkutan dalam hal pendayagunaan manusia nya. Itu berarti roda perekonomian di wilayah yang bersangkutan juga akan turut bergerak. (IHW)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar