Jumat, 02 Maret 2018

Pembangunan Soft Infrastructure: Belajar dari China

Kalau ditanya tentang infrastruktur, kebanyakan dari mahasiswa saya pasti menjawab: jembatan, jalan toll, bandara udara, dll. Itu semua adalah contoh dari infrastruktur, lebih tepatnya disebut sebagai hard infrastructure. 

                                         (source:youtube)

Pertanyaan selanjutnya adalah bila ada hard infrastructure seharusnya ada soft infrastructure bukan? Betul sekali. Dunia infrastruktur digolongkan menjadi hard infrastructure dan soft infrastructure.

Apakah soft infrastructure itu?
Adalah institutisi yang menopang aktivitas perekonomian dan bermanfaat untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat di wilayah institusi itu berlokasi. Contohnya adalah institusi pemerintah, sekolah/universitas, rumah sakit, kantor pengadilan, lembaga keuangan, dll. 

Dalam dunia infrastruktur yang sering dipersoalkan dalam penggolongannya, apakah termasuk dalam hard infrastructure atau soft infrastructure adalah infrastruktur di bidang informasi. Teknologi informasi yang digunakan untuk mendukung secara langsung hard infrastructure sering digolongkan dalam hard infrastructure. Sedangkan teknologi informasi yang digunakan untuk mendukung kegiatan ekonomi secara umum biasanya digolongkan sebagai soft infrastructure, misalnya jaringan telkom.

Pertanyaan selanjutnya apakah soft infrastructure itu penting?
Sudah pasti jawaban nya adalah ya. Pembangunan ekonomi tidak hanya membutuhkan hard infrastructure tetapi juga perlu mendapatkan dukungan dari soft infrastructure. Jadi keduanya adalah penting.

China adalah negara yang sangat serius membangun infrastrukturnya. Bukan saja hard infrastructure (China banyak membangun jembatan, jalan toll, rel kereta api, pelabuhan, bandara udara, pembangkit tenaga listrik, dll). Melalui program belt and road nya, pemerintah China dibawah president Xi Jinping bukan saja membangun negara secara internal tetapi pemerintah China juga giat membangun jaringan infrastructure yang menghubungkan China dengan banyak negara di dunia (termasuk ke Indonesia). Tujuannya adalah untuk meningkatkan kerjasama ekonomi dan perdagangan dengan negara-negara lain. Karena China memiliki ambisi untuk menjadi pemimpin ekonomi dunia di masa yang akan datang.


Tetapi China juga tidak ketinggalan mengembangkan soft infrastructure mereka. Yang menjadi fokus China dalam pembangunan infrastruktur adalah yang berhubungan langsung dengan politik luar negeri mereka seperti kerjasama antar negara, perjanjian perdagangan international, paket bantuan ekonomi kapada negara-negara yang membutuhkan, 



Ditangan president Xi Jinping China telah membuat kemajuan yang pesat dalam bidang hubungan internationalnya. Banyak perjanjian antar negara yang dikerjakan misalnya perjanjian dengan UK, Eropa, bahkan Taiwan. Pembangunan hard infrastructure dan soft infrastructure inilah yang diharapkan untuk menjadi tulang punggung China dalam mencapai tujuannya untuk menjadi pengganti US (setidaknya menjadi rival terdekat dari US) menjadi pemimpin dunia di masa depan. Makanya setiap kebijakan yang diambil pemerintah dipikirkan matang-matang karena memiliki jangkauan jangka panjang (20 tahun - 50 tahun ke depan)

Kita patut mengacungkan jempol pada kesuksesan China membangun negaranya di bidang soft infrastructure. Belajarlah dari China. (IHW)


Senin, 19 Februari 2018

Cara China membangun infrastruktur

                                         (Sumber: CGTN)

Mau lihat bagaimana China membangun infrastrukturnya? Silahkan lihat video clip diatas! Menakjubkan bukan? Hanya dalam waktu 5 tahun China berhasil membangun banyak proyek-proyek infrastruktur seperti jalan toll, jembatan, dsb. Tak heran bila perekonomian China juga bertumbuh dengan sangat pesat, karena pembangunan infrastruktur akan sangat berpengaruh pada percepatan pertumbuhan perekonomian di suatu wilayah. Meskipun kecepatan pembangunan infrastruktur yang sangat tinggi bisa menimbulkan pertanyaan tentang kualitas infrastruktur yang dibangunnya. Terlepas dari kekurangannya, dalam banyak hal mungkin pemerintah Indonesia dapat mencontoh cara pemerintah China membangun infrastruktur. (IHW)

Senin, 12 Februari 2018

Konsep Smart City

                                         (sumber: youtube)

 Menarik bukan video clip yang saya upload dari youtube ini. Singkat namun padat menerangkan tentang smart city.

Sebetulnya konsep smart city ini sudah diterapkan di banyak negara, contoh smart city yang paling dekat dengan kita di Indonesia adalah Singapura. Sebuah negara kota ditata sedemikian rupa dengan mempergunakan konsep smart city yang canggih membuat kota Singapura menjadi kota "tercerdas di dunia" saat ini. Kalau sempat berkunjunglah ke negeri Singa tersebut, amati kehidupan di kota itu semua terlihat diarahkan untuk menuju kondisi yang disebut sebagai serba digital atau serba otomatis.

                                         (sumber: youtube)

Bila kita lihat video clip tentang Singapura, jelas terlihat planning pemerintah negeri Singa tersebut adalah mengkoneksikan semua fasilitas publik di Singapura menjadi suatu kesatuan yang  memfasilitasi masyarakat untuk hidup lebih produktif, dan teknologi adalah jawaban untuk persoalan tersebut. Hidup produktif tentunya akan meningkatkan perekonomian negara. Bila perekonomian kuat dengan sendirinya daya saing juga semakin bertambah besar. Itulah tujuan pemerintah Singapura mengingat sumber daya mereka sangatlah terbatas.

Peran teknologi dalam penerapannya di smart city sebenarnya ada 3 yaitu

Pertama, mengkoneksikan jaringan infrastruktur di suatu kota/wilayah agar menjadi lebih effisien di dalam memfasilitasi kebutuhan publik. Untuk melakukan itu dipakai teknologi canggih yang disebut kecerdasan buatan (AI) dan analisa data (data analytic). Diharapkan jaringan "infrastruktur cerdas" akan mendorong bertumbuhnya kehidupan sosial, politik, budaya dan perekonomian di tempat tersebut.

Kedua, pertumbuhan ekonomi didorong oleh keterbukaan informasi bagi siapa saja baik pemerintah, dunia usaha, maupun masyarakat. Diharapkan keterbukaan informasi akan dapat memacu masyarakat untuk berinnovasi menghasilkan gagasan-gagasan baru yang berguna bagi kehidupan. Dan dunia usaha membantu masyarakat menghasilkan produk-produk yang dibutuhkan mereka. Pemerintah juga lebih mudah menjalankan tugasnya untuk mensupport warga dengan lengkapnya data-data yang tersedia. E-participation dan E-government akan semakin penting nantinya.

Ketiga, teknologi juga membuat warga menjadi mudah dalam belajar, beradaptasi dan berinnovasi untuk memecahkan persoalan yang timbul karena perkembangan lingkungan yang semakin cepat, untuk itulah diperlukan pengolahan data intelijen kota (intelligence of city) yang makin canggih.

Itulah sekilas tentang smart city. Sudah tentu semuanya ada kelebihan dan kekurangannya begitu juga dengan konsep smart city. Lain kali kita lanjutkan pembahasan kita tentang smart city ini. Sampai jumpa. (IHW)


Jumat, 09 Februari 2018

Apa itu sharing economic?

Banyak mahasiswa saya membicarakan tentang sharing economic akhir-akhir ini. Saya jadi tertarik untuk menjelaskan sedikit tentang arti dari sharing economic melalui tulisan ini, selain karena fenomena nya yang sedang merebak saat ini, juga karena saya bertugas untuk mengajarkan kuliah ekonomi di kampus.

Sebelum kita bahas tentang sharing economic, lihat dulu video nya yuk

                                          (sumber: BNP Paribas)


Saya pikir kelak sharing economic akan berpengaruh besar pada pembangunan infrastruktur di suatu wilayah. Berarti perekonomian di masa depan akan banyak dipengaruhi oleh konsep sharing economic ini. Karena di abad 21 ini terlihat telah terjadi pergeseran konsep ekonomi dari ownership economic (kepemilikan oleh pribadi) menjadi sharing economic (kepemilikan bersama). Tapi sharing economic tidak sama dengan public economic. Karena public economic diatur oleh negara, sedang sharing economic dapat dilakukan oleh setiap pelaku ekonomi. Meskipun kalau dilihat sekilas public economic dan sharing economic mirip, dalam hal penerapannya di lapangan.

Sharing economic yang sering juga disebut sebagai collaborative consumption, adalah suatu model bisnis baru dengan cara berbagi sumber daya. Dengan cara berbagi itu konsumen akan mendapatkan akses ke barang dan jasa yang ditawarkan di pasar (ingat ekonomi selalu berhubungan dengan pasar). Jadi konsumen tidak perlu lagi membeli barang atau jasa yang dibutuhkan secara langsung, cukup dengan mencari akses ke penyedia layanan sharing economic yang dibutuhkan. Sudah tentu ini akan menekan cost dalam jumlah yang cukup besar.

Ada 3 type penerapan sharing economic dalam bisnis (Rachel Botsman)

Product service system, suatu system sharing economic yang memungkinkan suatu perusahaan menyewakan secara langsung produknya ke orang yang membutuhkan. Misalnya: Uber, Go Jek, Grab, dsb.

Redistribution market, dalam applikasinya maka barang akan dipindahkan dari pihak yang sudah  tidak membutuhkan kepada pihak yang membutuhkan tanpa menghilangkan nilai ekonominya. Misalnya: toko-toko online (spt Amazon, eBay, Prelo, Oxl, Bukalapak, dsb)

Collaborative lifestyle, jenis ketiga dari sharing economic ini timbul dari bergabungnya masing-masing pihak yang memiliki kesamaan minat untuk berbagi atau bertukar asset yang dimiliki. Misalnya: AirBnB, Crowdfunding, Social trading, dsb.

Ke depannya pembangunan infrastruktur juga dapat dijangkau dengan menggunakan system sharing economic ini. Terbukti di beberapa negara maju sudah ada pembangunan infrastruktur yang didanai melalui penggunaan Crowdfunding. Misalnya Infrashare, dsb. (IHW)



Selasa, 06 Februari 2018

Dampak energy pada pertumbuhan ekonomi




Seperti telah kita pelajari bersama dalam ilmu ekonomi bahwa pendayagunaan energy yang tepat guna dapat mempercepat proses pertumbuhan ekonomi di suatu wilayah. Oleh karena itu pembangunan infrastruktur berkaitan dengan pendayagunaan energy harus diprioritaskan. Baik itu infrastruktur pembangkit energy konvensional maupun non konvensional. 

Tanpa pembangunan Infrastruktur energy yang memadai perekonomian disuatu wilayah akan sangat sulit untuk berkembang, karena semua sektor perekonomian membutuhkan energy. Baik itu sektor manufakturing maupun sektor jasa.

Bila energy yang dibutuhkan tidak tercukupi maka akan mengganggu jalannya proses produksi, dan akhirnya target produksi tidak tercapai. Ketidak mampuan perusahaan untuk mencapai target produksi sudah pasti akan berpengaruh pada penghasilan perusahaan. Bila keuntungan perusahaan berkurang dengan sendirinya kemampuan perusahaan untuk membayar pegawai nya pun akan merosot drastis. Hal ini akan dapat menimbulkan polemik di dalam perusahaan yang berujung pada pemutusan hubungan kerja baik yang bersifat sementara maupun yang tetap.

Tingkat pengganguran yang tinggi di suatu wilayah akan menjadi persoalan pemerintah daerah. Karena tugas utama dari pemerintah adalah untuk mempertahankan kesejahteraan rakyat nya.

Oleh karena itu pemerintah perlu secara kritis mengkaji ulang kebijaksanaannya terkait dengan energy. 

Kelangkaan energy di suatu wilayah biasanya karena sumber energy konvensional yang sifatnya tidak terbaharui semakin menurun cadangannya. Untuk mengatasi hal ini pemerintah perlu meningkatkan riset untuk mendapatkan sumber energy baru spt energy bayu, energy tenaga surya, energy hijau, dan tentu saja patut dipertimbangkan penggunaan energy nuklir.

Selain kelangkaan energy karena sumber daya energy yang bersangkutan sudah semakin terbatas, distribusi energy yang tidak merata juga membuat pembangunan yang tidak merata. Dimana di satu wilayah energy menjadi suatu barang langka sehingga untuk mendapatkannya dibutuhkan harga yang sangat mahal, sedang di wilayah lain energy terkesan berlebih bahkan sampai terbuang secara percuma. Perlu dibuat koordinasi yang menyeluruh antara pemerintah pusat dengan pemerintah daerah untuk dapat menangani persoalan distribusi energy yang tidak merata.

Pembangunan pembangkit-pembangkit energy di tiap daerah harus mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah, karena pembangunan pembangkit energy tidaklah murah. Pendayagunaan tenaga kerja Indonesia dalam proyek pembangunan pembangkit energy juga perlu diperhatikan. Karena dengan penggunaan tenaga kerja lokal, kembali kita sudah menolong daerah yang bersangkutan dalam hal pendayagunaan manusia nya. Itu berarti roda perekonomian di wilayah yang bersangkutan juga akan turut bergerak. (IHW)


Jumat, 02 Februari 2018

Ekonomi Transportasi

Dalam pelajaran ekonomi yang sudah kita bahas terutama di bagian makroekonomi, bisa di lihat hubungan yang nyata antara pertumbuhan ekonomi di suatu wilayah dengan pembangunan infrastruktur transportasi seperti jalan toll, jembatan, dll. Daerah-daerah yang infrastruktur nya buruk biasanya pertumbuhan ekonomi juga akan terhambat.

Bagaimanakah hubungan antara transportasi dengan perekonomian?

Sarana dan prasarana transportasi yang baik akan membantu mengembangkan pranata sosial dalam kehidupan bermasyarakat baik di bidang sosial, ekonomi dan politik. Berkembangnya elemen-elemen yang terlibat dalam pranata sosial akan meningkatkan relasi antar manusia dalam suatu wilayah georgrafis tertentu, meningkatnya relasi antar manusia biasanya didasari oleh motif ekonomi yang berakibat terjadinya pertukaran kebutuhan antar manusia. Semakin besar jumlah pertukaran yang terjadi diikuti oleh meningkatnya jumlah uang beredar. Bertambahnya jumlah uang beredar di masyarakat menjadi indikator pertumbuhan ekonomi.

Sarana dan prasarana transportasi juga membantu pengiriman barang dari satu wilayah ke wilayah lainnya sebagai akibat dari transaksi ekonomi yang terjadi. Misalnya: produser apel di Malang mengirimkan apel nya ke Jakarta dengan mempergunakan transportasi darat melalui jalan tol. Pembeli di Jakarta akan menerima apel Malang yang dikirimkan dan menjual apel itu kapada clientnya, sedang produser apel di Malang akan menerima pembayaran dari client nya di Jakarta. Bila jalan tol yang meaghubungkan Malang dengan Jakarta kondisinya baik, maka pengiriman apel akan lancar dan tiba tepat waktu. Bila hal itu berlangsung secara konstan maka pertumbuhan ekonomi pasti akan terjadi.

Pertumbuhan perekonomian sebagai akibat semakin baiknya sarana dan prasara transportasi akan berdampak pada pembângunan daya saing suatu wilayah, sebagai akibatnya wilayah-wilayah akan fokus pada bidang keunggulannya, misalnya kota Malang akan lebih fokus pada budidaya apel, dsb.

Transportasi juga akan sangat berpengaruh pada kontinuitas proses produksi suatu produk yang dilakukan di beberapa wilayah yang berbeda. Misalnya: kain batik di cetak di Yogjakarta, di jahit di Semarang, lalu di pasarkan di Jakarta.

Sarana dan prasarana transportasi juga dapat digunakan untuk pemerataan kebutuhan tenaga kerja. Misalnya sarana dan prasarana transportasi akan mempermudah pemenuhan kebutuhan pekerja di suatu pabrik.

Selain faktor-faktor diatas, sarana dan prasarana transportasi juga akan membuat produser lebih mudah menjangkau pasar yang luas. Meluasnya pasar berarti meningkatnya output yang harus dihasilkan. Output meningkat berarti daya beli masyarakat membesar, itulah tanda dari pertumbuhan ekonomi.

Sebetulnya masih banyak lagi sumbangan sarana dan prasarana transportasi pada pertumbuhan perekonomian di suatu wilayah, silahkan cari sendiri contoh-contoh yang lainnya. Sekian dulu ulasan saya kali ini tentang dunia infrastruktur. (IHW)








Senin, 29 Januari 2018

Apakah infrastruktur itu?

Akhir-akhir ini banyak mahasiswa saya di kelas ekonomi menanyakan tentang arti infrastruktur, mungkin ketertarikan mereka timbul karena beberapa periode belakangan ini istilah infrastruktur seolah-olah "booming" karena pemerintah saat ini sedang giat-giatnya membangun infrastruktur di negera kita. Sehingga kata infrastruktur dapat mudah ditemui di berbagai media. Padahal saya ingat, saya sudan menjelaskan tentang infrastruktur di kelas ekonomi sejak dulu, tetapi minat mahasiswa terhadap infrastruktur pada waktu itu kelihatannya tidak seperti sekarang.

Oke, seperti pada pelajaran ekonomi khususnya di makro-ekonomi maka arti dari infrastruktur secara umum adalah fasilitas dasar yang dibutuhkan untuk pembangunan ekonomi di suatu region, negara, kota atau wilayah.

Infrastruktur sendiri dapat dibedakan atas 2 golongan besar yaitu "hard infrastructure" dan "soft infrastructure".

Hard Infrastructure fokus kepada fasilitas teknis seperti jalan toll, irigasi, bandara udara, jembatan, pembangkitan tenaga listrik, pelabuhan, rel kereta api, dsb. Jaringan internet yang anda pakai dan jaringan telepon juga termasuk dalam kategory hard infrastructure.

Soft infrastructure di sisi yang lain fokus pada jasa penunjang yang dibutuhkan untuk menopang jalannya roda perekonomian di suatu wilayah melalui bidang pendidikan, rumah sakit, jaring sosial, dsb.

Pembangunan infrastruktur membutuhkan investasi yang sangat besar dan memakan waktu lama untuk pengembaliannya, makanya pembangunan infrastruktur biasanya menjadi tugas utama dari pemerintah. Tetapi karena dibutuhkan pendanaan yang sangat besar, maka biasanya pemerintah juga menggandeng pihak swasta untuk berpartisipasi dalam pembangunan proyek-proyek infrastruktur.

Di negara-negara tertentu fasilitas infrastruktur bisa diusahakan oleh pihak swasta seperti untuk penyediaan pembangkit listrik ataupun sarana telekomunikasi. Jadi pemerintah dan swasta bekerjasama dalam pengadaan fasilitas infrastruktur. Tetapi di negara yang lain, infrastruktur dikuasai oleh pemerintah.

Untuk membangun ekonomi yang kuat dan sehat, pemerintah harus memperhatikan penyediaan sarana infrastruktur. Tanpa infrastruktur yang baik, boleh dikata mustahil untuk dapat memperbaiki atau membangun perekonomian di suatu wilayah.

Nah sekian dulu penjelasan tentang infrastruktur, lain kali kita lanjutkan diskusi yang menarik ini. (IHW)

Minggu, 28 Januari 2018

3 tahun pembangunan infrastruktur PUPR

                                          (sumber: Kementerian PUPR)