Jumat, 09 Februari 2018

Apa itu sharing economic?

Banyak mahasiswa saya membicarakan tentang sharing economic akhir-akhir ini. Saya jadi tertarik untuk menjelaskan sedikit tentang arti dari sharing economic melalui tulisan ini, selain karena fenomena nya yang sedang merebak saat ini, juga karena saya bertugas untuk mengajarkan kuliah ekonomi di kampus.

Sebelum kita bahas tentang sharing economic, lihat dulu video nya yuk

                                          (sumber: BNP Paribas)


Saya pikir kelak sharing economic akan berpengaruh besar pada pembangunan infrastruktur di suatu wilayah. Berarti perekonomian di masa depan akan banyak dipengaruhi oleh konsep sharing economic ini. Karena di abad 21 ini terlihat telah terjadi pergeseran konsep ekonomi dari ownership economic (kepemilikan oleh pribadi) menjadi sharing economic (kepemilikan bersama). Tapi sharing economic tidak sama dengan public economic. Karena public economic diatur oleh negara, sedang sharing economic dapat dilakukan oleh setiap pelaku ekonomi. Meskipun kalau dilihat sekilas public economic dan sharing economic mirip, dalam hal penerapannya di lapangan.

Sharing economic yang sering juga disebut sebagai collaborative consumption, adalah suatu model bisnis baru dengan cara berbagi sumber daya. Dengan cara berbagi itu konsumen akan mendapatkan akses ke barang dan jasa yang ditawarkan di pasar (ingat ekonomi selalu berhubungan dengan pasar). Jadi konsumen tidak perlu lagi membeli barang atau jasa yang dibutuhkan secara langsung, cukup dengan mencari akses ke penyedia layanan sharing economic yang dibutuhkan. Sudah tentu ini akan menekan cost dalam jumlah yang cukup besar.

Ada 3 type penerapan sharing economic dalam bisnis (Rachel Botsman)

Product service system, suatu system sharing economic yang memungkinkan suatu perusahaan menyewakan secara langsung produknya ke orang yang membutuhkan. Misalnya: Uber, Go Jek, Grab, dsb.

Redistribution market, dalam applikasinya maka barang akan dipindahkan dari pihak yang sudah  tidak membutuhkan kepada pihak yang membutuhkan tanpa menghilangkan nilai ekonominya. Misalnya: toko-toko online (spt Amazon, eBay, Prelo, Oxl, Bukalapak, dsb)

Collaborative lifestyle, jenis ketiga dari sharing economic ini timbul dari bergabungnya masing-masing pihak yang memiliki kesamaan minat untuk berbagi atau bertukar asset yang dimiliki. Misalnya: AirBnB, Crowdfunding, Social trading, dsb.

Ke depannya pembangunan infrastruktur juga dapat dijangkau dengan menggunakan system sharing economic ini. Terbukti di beberapa negara maju sudah ada pembangunan infrastruktur yang didanai melalui penggunaan Crowdfunding. Misalnya Infrashare, dsb. (IHW)



Tidak ada komentar:

Posting Komentar